Monday, October 5, 2015

KEHILANGAN SEJENAK UNTUK MENCINTAI SELAMANYA



Baru tiga bulan menikah aku mulai merasakan kehilangan rasa cinta. Tentu saja bukan cinta suamiku yang hilang, tetapi cintaku pada suamiku yang semakin hari semakin terkikis oleh perasaan tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan kebiasaan dan gaya hidup sebelum dan setelah menikah. Entah berdasarkan rasa tidak tega melihatku bersedih atau memang ia juga merasa bosan akhirnya ia menghadiahiku sebuah tiket menginap di salah satu hotel yang bertempat di Mega Mendung Puncak, Bogor.
Karena dadakan kami pun berencana untuk melakukan perjalanan ini ala-ala backpacker dengan menggunakan sepeda motor dan dipandu oleh GPS. Sesuai dengan harapan kami, kami dipandu melewati jalan tikus setelah melewati daerah Sentul. Jalan ini sangat kecil, curam, dan sepi penduduk. Sampai tibalah di jalan yang terjal motor yang kami kendarai terperosok. Dengan siaga suamiku menghampiri, menanyakan keadaanku dengan wajah yang teramat panik. Aku tertegun sejenak, lalu tak bisa menahan tawa. Baju kami kotor dan tas yang kami bawa bolong terkikis bebatuan. Suamiku lega melihatku masih bisa tertawa meski eksprsi cemas belum sepenuhnya pergi dari wajahnya.
Akhirnya kami keluar dari gang kecil dan bertemu jalan raya. Mencari hotel yang dituju dengan guyuran hujan yang justru menghangatkan hatiku saat memeluknya. Kami belum putuskan akan bepergian kemana selain menginap di hotel. Namun, layaknya ibu peri yang baik hati, sang resepsionis tiba-tiba memberikan kami dua buah tiket diskon 50% untuk masuk Taman Safari setelah kami melakukan pembayaran.
Sebagai orang pinggiran bogor, ini pertama kalinya aku masuk ke Taman Safari. Biasanya hanya melewati patung binatangnya saja. Hal ini membuatku semakin menggebu-gebu. Sepanjang tur yang kami lalui dengan bus, suamiku tak henti-hentinya mengabadikan senyum yang terus mengembang di kedua pipiku dengan ponselnya.
Setelah turun dari bus, ternyata bukan hanya hewan yang bisa kami temui. Ada banyak wahana yang bisa kami nikmati dan ada pula pertunjukkan dari hewan-hewan yang menggemaskan. Keinginan untuk menikmati seluruh pertunjukan ditambah hujan yang turun membuat kami berlarian kesana-kemari. Sampai akhirnya aku terpisah dengannya. Telepon genggamnya ada di dalam tasku. Aku tidak bisa menguhubunginya, dan memutuskan mencarinya di keramaian, sendirian.
Sudah hampir setengah jam, aku tidak juga bisa menemukannya. Kakiku sudah lelah, baju yang kukenakan pun sudah basah kuyup. Akhirnya hujan menyamarkan air mata yang keluar dari mataku. Aku berharap air mataku capat hilang, agar aku bisa menemui pihak keamanan dengan tampilan yang lebih dewasa. Bukan seperti anak usia lima tahun yang kehilangan ibunya. Namun semakin aku mencoba, air mata semakin deras mengalir.
Di tengah keputusasaan, seseorang memelukku dengan erat. Aroma tubuhnya sangat aku kenal, dia adalah suamiku. Orang yang aku cintai dan sangat mencintaiku. Mukanya cemas pucat dan bajunya sudah tak berbentuk. Kalimat “aku di sini” senantiasa membuat tangisku semakin meledak. Mulai detik itu ia tidak melepaskanku sekejap pun.
Rasa cinta kami tumbuh lebih besar dari sebelumnya. Perasaan pernah kehilangan membuatku tidak ingin lama-lama tanpanya. Aku tidak ingin lagi kehilangan suamiku, bahkan untuk sekadar pulang terlambat. Meski begitu, keterlambatan dan tugas ke luar kota suamiku tidak pernah jadi pemicu pertengkaran. Justru ini yang membuatku selalu jatuh cinta setiap hari kepadanya.
Bepergian ke suatu tempat alias piknik memang sangat dibutuhkan. Selain mengusir jenuh dan rasa lelah dari pekerjaan, dengan piknik seseorang mampu menemukan kembali sesuatu yang hampir bahkan hilang dari hatinya. Piknik merupakan wahana mencipta dan mengenang sebuah kebersamaan.
Jadwal libur kami yang tidak panjang membuat kota hujan ini kami jadikan sebagai destinasi romantis utama kami. Masih banyak yang ingin kami lakukan di sana. Beberapa diantaranya adalah berkunjung ke Kampung Budaya Sindangbarang, Ah Poong, dan sederet restoran yang menyajikan hidangan unik khas bogor.
Rasanya liburan di Bogor tidak cukup satu hari, kami membutuhkan http://padjadjaranhotels.com/corporate/ untuk ikut serta memberikan warna dan cerita baru dalam petualangan kami menjajaki Kota Bogor ini. Tentunya akan sangat menyenangkan bisa menginap di hotel secantik ini untuk dinikmati bersama orang terkasih.

 “Lomba Blog Piknik itu Penting”  www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id