Thursday, September 17, 2015

WANITA

hidupnya adalah memilih dan menerima

memilih
melihat yang datang
mendatangi yang datang
dan memilih diantara pendatang

menerima
ketika menerima pilihan
diterima juga semua kekurangan
karena takut kehilangan

CEMBURU



Cemburu adalah sihir luar biasa
buat imajinasi sendiri terasa nyata
yang tiada di ada-ada
padahal yang dicemburui biasa saja

Cemburu membuat buta
tidak kenal kebaikan yang pernah ada
hancurkan semua kenangan lama
lelah, lelah milik si empunya
bingung, bingung milik si penderita

Tiada obat untuk pencemburu buta
karena berpikir hanya dengan caranya

Seolah hidup hanya untuk cinta
makan saja harus dipaksa
seolah sebuah romansa
mau mati tanpa si dia

Pencemburu yang merasa
akan berkata wajar untuk semua kata
Pencemburu yang merasa
akan merah pipinya

-inspired by my own experience- 

Sunday, September 6, 2015

PERJODOHAN YAMAHA DAN PERTALITE, COCOK!

Dalam hidup pastinya kita selalu menemukan persimpangan untuk memilih langkah mana yang akan diambil selanjutnya. Pastinya setiap langkah yang kita ambil melalui proses pemikiran yang matang supaya tidak ada sesal di hari kemudian.
Belum lama ini PT Pertamina (Persero) telah memasarkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yang bernama Pertalite. Nilai oktan Pertalite ini berada di tengah-tengah Premium dan Pertamax, yaitu 90. Namun kehadiran sesuatu yang baru tentu tidak bisa serta merta datang tanpa menimbulkan pro dan kontra. Banyak pemilik kendaraan yang belum yakin dengan kualitas BBM jenis baru ini. Terlebih kendaraan itu sendiri merupakan partner kerja yang keberadaannya sangat diperlukan setiap hari.
Salah satu yang mendukung kehadiran Pertalite ini adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Yup, semua motor keluaran brand garpu tala ini dinyatakan cocok menggunakan Pertalite, termasuk yang sudah berteknologi Blue Core. Pernyataan ini tentunya menjadi angin segar bagi bikers Yamaha. Namun tidak untuk yang masih ragu-ragu. Maka untuk menghilangkan keraguan diantara kita ada baiknya kita kenali dulu pasangan yang akan kita jodohkan ini. Yaitu motor Yamaha dengan BBM jenis baru, Pertalite.
Hal yang pertama harus diketahui adalah “tidak selamanya motor yang menggunakan pertamax selalu lebih irit dan halus pemakaiannya”. Karena tingkatan irit dan halus bukan sekedar dari BBMnya. Jenis mesin dan teknologi yang dimiliki si motor pun ikut menentukan.
Sifat irit dan tangguh untuk sebuah motor salah satunya melekat pada Yamaha Soul GT 125. Motor keluaran Yamaha ini memiliki desain yang kece, lampu LED hi-tech, dan mesin yang nampol untuk digaspol. Untuk menempuh perjalanan Ciledug-Cakung tiap hari ataupun touring ke luar kota untuk hobi mesin Soul GT belum pernah ngambek ketika diberi asupan pertalite. Mesin tetap halus tenaga tetap prima.
Pekerjaan yang mobile, dari awal membuat saya cenderung memilih kendaraan yang hemat dari segi perawatan dan penggunaan bahan bakar. Setelah bisa ngirit dengan mengendarai Soul GT kesana kemari mencari rezeki, bak kepingan puzzle, hadir pula pertalite yang lebih murah dari pertamax namun tetap ramah pada mesin dan lingkungan karena pembakarannya yang optimal.
Seperti kebanyakan konsumen, tentu kita menginginkan sesuatu yang bagus namun tidak membuat kantong hangus. Jika dilihat dari perbandingan harga, memang harga pertamax dan pertalite hanya memiliki selisih sekitar Rp7.500-an/liter. Namun jika diakumulasikan dalam pengeluaran sebulan tentunya ini sangat menguntungkan. Jika sebelumnya uang Rp.50.000 itu untuk beli asupan selama 3 hari, kini bisa nambah untuk 1 sampai 2 hari berikutnya.
Pilihan ada di tangan kita. Yamaha dan pemerintah sudah bekerja sama dengan menjodohkan produksinya. Sampai detik ini pun tidak ada keluhan berarti untuk partner kerja saya (Soul GT). Terbukti mereka cocok dan saling melengkapi. Jarak jauh antara rumah dengan ladang penghasilan mampu ditaklukan dengan irit, aman, dan tanpa hambatan.