Dalam hidup pastinya
kita selalu menemukan persimpangan untuk memilih langkah mana yang akan diambil
selanjutnya. Pastinya setiap langkah yang kita ambil melalui proses pemikiran
yang matang supaya tidak ada sesal di hari kemudian.
Belum
lama ini PT Pertamina (Persero) telah memasarkan bahan bakar minyak (BBM) jenis
baru yang bernama Pertalite. Nilai oktan Pertalite ini berada di tengah-tengah
Premium dan Pertamax, yaitu 90. Namun kehadiran sesuatu yang baru tentu tidak
bisa serta merta datang tanpa menimbulkan pro dan kontra. Banyak pemilik
kendaraan yang belum yakin dengan kualitas BBM jenis baru ini. Terlebih
kendaraan itu sendiri merupakan partner kerja yang keberadaannya sangat
diperlukan setiap hari.
Salah satu yang
mendukung kehadiran Pertalite ini adalah PT Yamaha Indonesia Motor
Manufacturing (YIMM). Yup, semua motor keluaran brand garpu tala ini dinyatakan
cocok menggunakan Pertalite, termasuk yang sudah berteknologi Blue Core.
Pernyataan ini tentunya menjadi angin segar bagi bikers Yamaha. Namun tidak
untuk yang masih ragu-ragu. Maka untuk menghilangkan keraguan diantara kita ada
baiknya kita kenali dulu pasangan yang akan kita jodohkan ini. Yaitu motor
Yamaha dengan BBM jenis baru, Pertalite.
Hal yang pertama harus
diketahui adalah “tidak selamanya motor yang menggunakan pertamax selalu lebih
irit dan halus pemakaiannya”. Karena tingkatan irit dan halus bukan sekedar
dari BBMnya. Jenis mesin dan teknologi yang dimiliki si motor pun ikut
menentukan.
Sifat irit dan tangguh
untuk sebuah motor salah satunya melekat pada Yamaha Soul GT 125. Motor
keluaran Yamaha ini memiliki desain yang kece, lampu LED hi-tech, dan mesin
yang nampol untuk digaspol. Untuk menempuh perjalanan Ciledug-Cakung tiap hari
ataupun touring ke luar kota untuk
hobi mesin Soul GT belum pernah ngambek ketika diberi asupan pertalite. Mesin tetap halus tenaga tetap
prima.
Pekerjaan yang mobile, dari awal membuat saya cenderung
memilih kendaraan yang hemat dari segi perawatan dan penggunaan bahan bakar.
Setelah bisa ngirit dengan mengendarai Soul GT kesana kemari mencari rezeki, bak
kepingan puzzle, hadir pula pertalite yang lebih murah dari pertamax namun
tetap ramah pada mesin dan lingkungan karena pembakarannya yang optimal.
Seperti kebanyakan
konsumen, tentu kita menginginkan sesuatu yang bagus namun tidak membuat
kantong hangus. Jika dilihat dari perbandingan harga, memang harga pertamax dan
pertalite hanya memiliki selisih sekitar Rp7.500-an/liter. Namun jika
diakumulasikan dalam pengeluaran sebulan tentunya ini sangat menguntungkan.
Jika sebelumnya uang Rp.50.000 itu untuk beli asupan selama 3 hari, kini bisa
nambah untuk 1 sampai 2 hari berikutnya.
Pilihan ada di tangan
kita. Yamaha dan pemerintah sudah bekerja sama dengan menjodohkan produksinya.
Sampai detik ini pun tidak ada keluhan berarti untuk partner kerja saya (Soul
GT). Terbukti mereka cocok dan saling melengkapi. Jarak jauh antara rumah
dengan ladang penghasilan mampu ditaklukan dengan irit, aman, dan tanpa
hambatan.